Jumat, 21 Oktober 2011

Proposal Mendirikan Lembaga Bimbingan Belajar Akuntansi

BAB I PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang
    Kondisi perekonomian Indonesia yang semakin tidak menentu menyebabkan banyak permasalahan yang timbul dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satunya yaitu tingginya tingkat pertumbuhan penduduk terutama di kota besar, yang mengakibatkan semakin tigginya populasi di suatu daerah. Seiring dengan semakin padatnya populasi penduduk yang tidak diikuti peningkatan penghasilan perkapita menjadikan masyarakat memiliki beban berat dalam memenuhi kebutuhannya. Dalam hal ini kebutuhan hidup manusia yaitu, meliputi pangan, sandang, dan papan serta kebutuhan akan pendidikan semakin meningkat pula terutama di negara berkembang. Salah satunya Indonesia, pemenuhan kebutuhan pendidikan baik formal maupun non – formal sangat dibutuhkan karena hal ini dapat memberikan dampak yang besar terhadap penduduk dalam rangka peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) Indonesia. Ada dua jenis pendidikan yang kita kenal di masyarakat kita, yaitu pendidikan formal (seperti TK, SD sampai Univesitas), dan pendidikan nonformal (seperti kursus komputer, les, maupun kegiatan beladiri). Pendidikan formal jelas tujuannya untuk memperoleh jenjang keberhasilan yaitu kelulusan. Disini kita akan mendapatkan titel seperti sarjana muda, sarjana, magister dan sebagainya.
     Dalam hal ini pendidikan luar sekolah memiliki peranan yang tidak kalah penting. Pendidikan ini berfungsi untuk membantu sang anak didik untuk memaksimalkan potensinya yang mungkin belum seluruhnya bisa diperoleh melalui jenjang pendidikan formal. Apa yang diperlukan dalam menjalankan pendidikan non formal ini? Keahlian.Seandainya kita ambil kursus komputer, biasanya yang mengajarkan adalah orang yang benar ahli dalam komputer. Begitu pula dengan Akuntansi. Artinya, yang dibutuhkan di pendidikan luar sekolah adalah keahlian. Suatu sertifikat keberhasilan mungkin memang perlu tapi itu hanya jadi sekedar pelengkap. Sebab walaupun kita memiliki sertifikat S2 dalam Akuntansi Manajemen tapi tidak bisa mengajarkan dan berbagi dengan yang lain, maka usaha kita jadi percuma.
Baik tidaknya mutu dan kualitas jasa sebetulnya sangat dipengaruhi oleh fasilitas yang diberikan kepada customer. Apabila fasilitas yang diberikan itu memadai maka bukan tidak mungkin jika usaha yang kita jalankan akan memenuhi baik mutu maupun kualitasnya. Adapun jenis fasilitas pokok yang seharusnya diberikan pada customer antara lain, yaitu pemberian materi dan teknik pengajaran yang lain daripada yang lain. Namun pada kenyataanya pemberian fasilitas pada customer belum bisa dipenuhi oleh pelaku usaha yang disebabkan ketidakprofesionalan para pengajarnya. Kecendurungan ini diduga menjadi penyebab ketidakmampuan suatu usaha kursus untuk bertahan dalam persaingan.
   Oleh karena itu, untuk memulai suatu usaha jasa kursus dibutuhkan persiapan oleh para pelakunya. Hal yang paling berperan dalam memenuhi kepuasan cutomernya adalah para staff pengajarnya. Sistem pengajaran yang memuaskan akan menjadi senjata ampuh dalam mengembangkan usaha tersebut.
    Sehubungan juga dengan ada nya lembaga pendidikan pemerintah dan swasta yang berbasis Akuntansi seperti PPA BCA ataupun STAN, membuat anak-anak SMA yang mau memasuki tes tersebut memerlukan pelajaran tambahan agar dapat mengikuti seleksi dengan baik, atau bahkan dapat mengikuti pendidikan dengan baik kelak nya. Kami juga menawarkan jasa untuk rekan-rekan yang ingin menambah ilmu dan wawasan dibidang Akuntansi yang telah bekerja ataupun sekedar belajar.
    Mengenai permasalahan di atas, maka kami tertarik untuk melakukan studi kelayakan usaha dalam bidang jasa pendidikan. Hal yang cukup menarik disini adalah penggunaan modal dan sumber daya manusia yang terbatas namun mampu memberikan pelayanan yang terbaik sebagai solusi yang digunakan untuk meminimalkan cotribusion margin, sehingga diharapkan kursus yang dijalankan memiliki pengeluaran yang rendah, maka biaya yang ditawarkan terjangkau oleh semua kalangan masyarakat yang ingin mengikuti kursus. Oleh karena itu, dengan argumentasi latar belakang inilah kami mengambil judul “LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR AKUNTANSI”.

1.2 Permasalahan
Dalam penulisan ini yang menjadi permasalahan adalah:
a. Bagaimana model usaha kursus yang akan dijalankan.
b. Tipe pengajaran apa yang akan diterapkan dalam usaha kursus tersebut.
c.  Apa manfaat yang diperoleh masyarakat sekitar dalam mengusahakan bimbingan kursus akuntansi.
d. Apa pengaruh usaha tersebut terhadap kemajuan pendidikan untuk menunjang prestasi pada pendidikan formal dan persiapan ke jenjang perhuruan tinggi.

1.3 Maksud dan Tujuan Penulisan
a.Mengetahui model usaha kursus yang akan dijalaankan.
b.Mengetahui tipe pengajaran apa yang akan diterapkan dalam usaha kursus  tersebut.
c.Mengetahui manfaat yang diperoleh masyarakat sekitar lokasi dalam mengusahakan bimbingan kursus akuntansi manajemen.
d.Mengetahui pengaruh usaha tersebut terhadap kemajuan pendidikan untuk menunjang prestasi pada pendidikan formal dan persiapan ke jenjang perhuruan tinggi.

1.4 Usaha yang Akan Dikembangkan
    Dalam penulisan studi kelayakan usaha ini, kami bertujuan merealisasikan dan mengembangkan usaha yang akan kami jalankan. Adapun bentuk usaha yang akan kami jalankan adalah berupa perusahaan jasa yang bergerak di bidang lembaga bimbingan belajar (kursus) Akuntansi manajemen dengan nama “AM” dengan memposisikan usaha kami sebagai pusat pelatihan akuntansi dan manajemen secara intensif. Dengan moto “Practice, practice and Succes”.



BAB II DESKRIPSI KELAYAKAN ASPEK

2.1 Aspek Pemasaran
    Dalam bagian ini kami paparkan beberapa program yang kami tawarkan dalam bimbingan akuntansi manajemen yang akan kami realisasikan dan kembangkan. Program ini sengaja dibuka untuk anak SMA atau teman-teman setingkat yang ingin masuk keperguruan tinggi favorit. Baik bagi pemula maupun yang sudah pernah kursus. Dengan metode pengajaran yang begitu mudah, praktis, tidak teoritis dan materi yang disajikan dalam bentuk praktik atau dengan soal-soal yang umum dan khusus dalam dunia manajemen akuntansi ini.
      Maka belajar akuntansi ini tidak sejenuh dan akan mudah sekali dipahami. Karena dibimbing oleh instruktur – instruktur muda dan yang sudah profesional yang berpengalaman, dengan penuh keakraban dan penuh semangat. Peserta didik akan merasa nyaman , bebas untuk berlatih. Seperti motto kami “The Place for Fun and Quality” (Tempat menyenangkan dan bermutu).
      Adapun program yang ditujukan kepada pelajar tingkat  SMA dan umum memiliki level/ tingkatan. Berikut tabel level/ tingkatan beserta biaya perbulan masing – masing level.

Tabel 1. Level/ tingkatan beserta biaya



No
Tingkatan
Biaya Pendaftaran
Biaya Perbulan
1
Intensif Akuntansi SMA
Rp.150.000,-
Rp.100.000,-
2
Intensif Persiapan USM STAN
Rp.1.500.000,-
-
3
Akuntansi Manajemen UMUM
Rp. 250.000,-
Rp. 150.000,-



Keterangan :
Pada level/tingkatan Intensif Persiapan USM STAN menggunakan sistem paket dan langsung membayar perpaket dan tidak menggunakan sistem bayaran perbulan.

Sedangkan jadwal kursus yang kami berikan adalah sebagai berikut.

Tabel 2. Jadwal bimbingan belajar

Pagi
Siang
Malam
08.00 – 09.30
09.30 – 11.00
13.30 – 15.00
15.00 – 16.30
16.30 – 18.00
19.00 – 20.30
20.30 – 22.00



Semua pertemuan dilakukan secara reguler tiga kali dalam seminggu dengan durasi 90 menit/ pertemuan. Bisa memiliki tambahan apabila peserta bimbel memiliki masalah atau konsultasi yang berkaitan dengan pembelajaran Akuntansi ini.

2.2 Aspek Yuridis
       Dalam merencanakan sebuah usaha tidak hanya memikirkan pay back priod – nya saja. Tetapi ada hal yang paling mendasar yang harus pertama kali pengusaha lakukan untuk mempermudah pengembangan usahanya, yaitu tinjauan aspek yuridis. Aspek yuridis berguna untuk bukti bahwa usaha yang kita jalankan memiliki dasar hukum yang jelas. Sehingga usaha yang kita jalankan dapat dengan mudah melakukan kerjasama dengan berbagai instansi karena legal keberadaannya.
        Aspek yuridis dapat dibuat menurut kategori masing – masing usaha. Untuk tahap pertama kami membuat ijin dengan melapor kepada ketua RT setempat untuk mengurus Surat Ijin Gangguan Lingkungan. Dimana ijin tersebut dapat direalisasikan apabila disetuji oleh minimal 40 KK. Apabila oleh masyarakat sekitar sudah diterima, maka langkah kedua adalah melegalkan badan usaha yang akan kita jalankan. Setelah surat ijin gangguan lingkungan selesai, maka dengan pertimbangan efektif, efisiensi, dan tepat guna maka kami menggunakan jasa notaris untuk melegalkan usaha kami yang meliputi pengurusan NPWP, TDP, SIUP.

2.3 Aspek Organisasi dan Manajemen
       AM (Akuntansi Manajemen) berangkat dari sebuah lembaga yang berdiri karena kemitraan, sehingga jumlah personil masih terbatas dan bahkan hasil rekruting dari lingkungan mitra kuliah (teman di perkuliahan). Tetapi nantinya sejalan dengan perkembangan perusahaan , maka harus ada perubahan baik sistem rekruting, jumlah personal dan stratifikasi serta kualifikasi tenaga yang dibutuhkan. Dalam pengertian ini, rekruting pekerja bertolak dari ukuran kualitas sumber daya manusia, dan disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan yang ada di perusahaan. Kini tenaga kerja di tempat kami masih berjumlah enam orang, meliputi satu manajer, tiga guru, satu front office. Walaupun dengan personil yang terbatas, namun kami dapat mengatasi kekurangan dengan menerapkan all in one job desk. Dalam pengertian setiap orang yang menempati posisi tertentu memiliki beberapa job desk yang bahkan tidak berkaitan dengan posisinya.
Karena dalam usaha ini, yang kami harapkan adalah kualitas bukan kuantitas, jadi dengan keterbatasan personil kami dapat meminimalisir cotribusion margin perusahaan. Walaupun terbatas, namun kami memiliki SDM yang berkualitas. Hanya dengan SDM yang berkualitas, perusahaan akan mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan kebutuhan untuk menjalankan tugasnya. Di samping itu, kami senantiasa berusaha untuk menetapkan pola strategi pemasaran yang dapat memenuhi kepuasan konsumen (costumer satisfaction). Untuk memenuhi SDM yang sesuai dengan tuntutan manajemen, kami menerapkan disiplin yang tinggi, sehingga dapat menangani pekerjaannya dengan efisien, mampu mengendalikan mutu dan meminimalisir resiko.
   Walaupun “AM” berangkat dari usaha kemitraan, tetapi dalam pengelolaannya kami memberlakukan kaidah – kaidah manajemen modern. Berangkat dari sistem organisasi yang tergolong sederhana, kami membuat bangun organisasi dan tata kerja yang mampu menampung seluruh kegiatan perusahaan. Sehingga jalur komando, jalur koordinasi, tugas dan tanggung jawab tidak birokratis atau berbelit – belit namun jelas, terarah serta dapat dipertanggunngjawabkan.
Adapun landasan yang mendasari Struktur dan Tata Kerja Organisasi (STO) adalah sebagai berikut.


Bagan I. Stuktur dan Tata Kerja Organisasi





2.4 Aspek Teknik Pelayanan
       Pada awal berdiri dan usaha sendiri kami bermodalkan ruko (rumah dan toko) yang dimiliki oleh salah satu dari teman kami, dan kami membeli nya. Pemanfaatan ruko tersebut sebagai lokasi kursus bisa dibilang sangat strategis, karena terletak di Jl. Radar Auri no. 49C, Jakarta Timur. Dimana di sekitar lokasi terdapat persekolahan dan perkantoran. Dengan kapasitas ruko yang memiliki tiga ruangan yang dimanfaatkan sebagai kelas, tiap kelas dapat menampung 25 siswa, maka keseluruhan dapat menampung 75 siswa. Dengan fasilitas yang standart diharapkan dapat meminimalisir cost dalam variable cost. Karena dalam usaha ini kami tidak menyediakan fasilitas yang mewah, tetapi kami menyediakan pengajaran akuntansi dan bahan yang berkualitas.
        Dalam pelaksanaannya, kegiatan kursus ini akan lebih mendekatkan costumer satisfaction guna menjaga keloyalitasan costumernya. Ada beberapa hal yang menjadi key to success kami dalam menjaga keloyalitasan costumer, yaitu meliputi:
1. Tangibles: fasilitas fisik yang ditawarkan kepada konsumen. Dengan menempati  ruko bangunan baru, suasana belajar akan terasa nyaman dan kondusif.
2. Reliability: konsisten dalam penampilan pelayanan dan keandalan pelayanan.
Dalam membimbing pelajar, kami tidak hanya memberikan materi baku yang hanya terdapat di kursus ini, namun kami selalu membimbing mereka untuk menyelesaikan permasalahan mata pelajaran ataupun sharing tentang kebingungan menghadapi soal-soal dan pembahasan soal – soal menjelang ujian.
3. Responsiv: kesigapan dan kecepatan penyedia jasa dalam menyelesaikan masalah.Dengan melakukan rapat rutin seminggu sekali, diharapkan tercipta rentang koordinasi yang solid. Sehingga jika suatu saat kursus kita memiliki permasalahan, maka dengan cepat masalah tersebut dapat terdeteksi dan dengan cepat dicari pemecahannya.
4. Assurance: kemampuan dan ketrampilan petugas, keramahan, kepercayaan dan keamanan.Dengan memiliki brand image sebagai Practice, practice and succes, kami berani menjamin lulusan “AM” mampu menerapkan dan mengembangkan kemanpuan manajemen dan akuntansi nya secara berkualitas.
5. Emphaty:  mudah dimengerti., mudah dipahami, dan pemahaman terhadap keinginan konsumen.

   Dengan menempatkan tenaga pengajar yang professional, diharapkan dapat memberikan materi yang menunjang kemampuan siswa didik.
Dengan menerapkan penilaian pada dimensi –dimensi kualitas tersebut di atas, maka diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat, diantaranya:
1. Hubungan antara perusahaan dan para pelanggannya menjadi harmonis.
2. Memberikan dasar yang baik bagi pembelian ulang.
3. Dapat mendorong terciptanya loyalitas pelanggan.
4. Membentuk suatu rekomendasi dari mulut ke mulut yang menguntungkan perusahaan.
5. Image perusahaan menjadi baik di mata pelanggan.
6. Laba yang diperoleh dapat meningkat.


2.5 Aspek Financial
      Dalam menjalankan usaha kursus ini, sebenarnya tidak terlalu membutuhkan dana yang besar. Seperti yang sudah kami utarakan sebelumnya, bahwa kami memposisikan lembaga kami sebagai tempat kursus yang berbiaya rendah namun berkualitas. Jadi hal – hal yang sifatnya tidak prioritas tidak kami pergunakan agar contribution margin – nya rendah.
Taksiran biaya
Jumlah biaya usaha secara keseluruhan ditaksir sebanyak Rp. 292.000.000,-
Yang diperinci dalam 5 komponen seperti diuraikan di bawah ini.
1.1 Biaya pembelian renovasi dan persiapan tempat kursus…..… Rp.220.000.000,-
1.2 Biaya pekerjaan sipil………………………………………………………..…. Rp.    7.500.000,-
1.3 Perabotan dan peralatan belajar mengajar…………………………. Rp.   15.000.000,-
1.4 Perlengkapan administrasi…………………………………….……………. Rp.    5.500.000,-
1.5 Biaya pra-operasi………………………………………… ………………………Rp.    9.000.000,-
1.6 Continguensi……………………………………………………………………….. Rp.  10.000.000,-
1.7 Modal kerja permanent……………………………………..……………….. Rp.  25.000.000,-
Jumlah biaya usaha…………………………………………………………………… Rp. 292.000.000,-
Karena usaha ini didasari atas kemitraan, maka semua biaya diatas adalah hasil pengumpulan dana pribadi dari kami.
Perkiraan pendapatan usaha.
Dalam perhitungan perkiraan pendapatan usaha, kami hanya memperkirakan hitungan kasar saja. Sebab kami tidak dapat memprediksi secara akurat pangsa pasar yang dapat kita serap, namun tingkat kepercayaan untuk hitungan ini mencapai 90%. Dalam teori research methodology tingkat kepercayaan mencapai 90% sudah dibilang cukup.

No
Tingkatan
Biaya Pendaftaran
Biaya Perbulan
1
Intensif Akuntansi SMA
Rp.150.000,-
Rp.100.000,-
2
Intensif Persiapan USM STAN
Rp.1.500.000,-
-
3
Akuntansi Manajemen UMUM
Rp. 250.000,-
Rp. 150.000,-

Hasil yang didapat dari pendaftaran bila semua kelas terisi (25siswa/kelas) dengan spesifikasi kelas A dengan tingkatan 1, kelas B dengan tingkatan 2, dan kelas C dengan tingkatan 3, maka hasil yang diperoleh sebesar Rp. 47.500.000,-

Berikut adalah hitungan pendapatan dari biaya bulanan siswa.

Tabel 3. Biaya Rata – Rata per Bulan
1. Untuk biaya bulanan dari tingkatan pertama rata-rata dari semua kelas siang, malam dan sore (Intensif Akuntansi SMA) adalah : Rp. 100.000,- x 75 = Rp. 7.500.000,-
2. Untuk biaya bulanan dari tingkatan ketiga rata-rata dari semua kelas siang, malam dan sore (Akuntansi Manajemen UMUM) adalah :
     Rp. 150.000,- x 75 = Rp. 11.250.000,-

Total pemasukan per bulan Rp. 18.750.000,-. Taksiran pengeluaran rutin (fix cost)/ bulan :
1. Rekening listrik, telepon, air……………………………..……………….. Rp. 1.500.000,-
2. Penyusutan peralatan kantor………………………………………...…… Rp.    850.000,-
3. Iuran keamanan…………………………………………………..…………….. Rp.    100.000,-
4. Biaya tak terduga…………………………………………………….…………. Rp. 1.000.000,-
Total fix cost/ bulan………………………………………………………………… Rp. 3.450.000,-

Taksiran Laba kotor
Laba kotor =Total pemasukan – Total fix cost = Rp. 18.750.000 – Rp. 3.450.000
Laba kotor = Rp. 15.300.000,-

Taksiran Pay Back Period
Dengan total biaya usaha sebesar Rp. 292.000.000 dan laba kotor per bulan Rp. 15.300.000,- maka akan diperoleh pay back period selama:
Rp. 392.000.000,- = 29,084 bulan atau + 20 bulan Rp. 15.300.000,-/ bulan.


2.6 Aspek Sosial
  Menurut perkiraan kami, dampak yang kemungkinan akan timbul adalah mengangkat kesejahteraan masyarakat sekitar tempat kursus. Sebab, masyarakat sekitar lokasi ruko terbilang menengah dapat membuka warung makanan, alat – alat tulis, rental computer, foto copy, dan lain – lain.


BAB III Kesimpulan

  1. Model usaha yang kami jalankan adalah bimbingan belajar yang memprioritaskan pada aplikasi pemecahan masalah dalam berbagai jenis kasus yang dijumpai dalam akuntansi, karena tujuan utama kami ingin membentuk keahlian khusus yang memang bergerak dibidang bisnis, manajemen, dan akuntansi. Kami lebih condong menggunakan metode analitik bukan hanya membahas saja.
  2. Tipe pengajaran yang kami terapkan adalah analitical accounting (analisis akuntansi).
  3. Manfaat yang diperoleh masyarakat sekitar adalah dapat meningkatkan pengetahuan dan keahlian khusus nya dalam bidang akuntansi. Selain itu diluar pendidikan ini sendiri, masyarakat sekitar dapat mengusahakan berbagai usaha kecil seperti kios makanan, tempat foto copy, rental komputer, kios alat tulis dan lain - lain.
  4. Bimbingan belajar ini sebagai penambah wawasan dan pengetahuan bagi rekan - rekan kita yang mau lanjut atau bahkan mau mengasah lagi kemampuan nya dibidang analisis akuntansi. Karena pada bimbel kami dibuka untuk umum juga yang dimana tidak ada pembatasan usia. Untuk menambah wawasan dan agar mampu bersaing didunia kerja maka dibutuhkan tenaga ahli yang dapat menganalisis, bukan hanya teoritis saja maka dari itu kami membantu untuk menghadapi nya.


BAB IV PENUTUP

    Dengan mengacu pada uraian kami di atas maka, kami juga memiliki harapan – harapan kedepan nantinya. Harapan dalam kurun waktu satu tahun pertama, kursus kami sudah dikenal oleh masyarakat Jakarta Timur dan tempat kami sudah memenuhi daya tampung. Kurun waktu dua tahun, pay back period. Kurun waktu ketiga, memiliki cabang lain di Jakarta Timur. Kurun waktu empat tahun dikenal oleh masyarakat Jabodetabek. Kelima memiliki cabang di Jabodetabek. Dan berikutnya dapat menjual branch untuk friend chise.











Tidak ada komentar:

Posting Komentar